ANTARA FREEPORT, PENDIDIKAN EKONOMI DAN GURU EKONOMI

Antara Freeport, Pendidikan Ekonomi dan Guru Ekonomi

Ilmu Ekonomi hadir untuk kemakmuran bangsa, hadir untuk solve the problem manusia, demikian sekiranya secara aksiology pengetahuan itu dilahirkan. Adam Smith (1723-1790), moral philosopher dan economist, menulis 2 buku besar, yang terkenal Wealth of Nation (1776) (lengkapnya An Inquiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nations) dan Theory of Moral Sentiments (1759). WN concern secara langsung dengan perkara ekonomi. TMS menjelaskan moral system yang menyediakan general framework untuk economic domain, yang antara lain menggambarkan tentang empati, cinta kasih manusia kepada masyarakatnya. TMS yang kemudian direduksi demi yang belakangan, demikian pula pada Pendidikan Ekonomi yang sudah terbangun sangat lama.

Pada bagian yang lain, level analisis dalam ilmu ekonomi, yakni Theory Economics, Descriptive Economics dan Applied Economics, yang mana itu dijelaskan secara berbeda-beda. Pun dalam Ekonomi, harus membedakan positive statement dan normative statement. Itu yang harus dipahami oleh Guru Ekonomi dalam penjelasan awal pelajaran ekonomi, sehingga siswa bisa memilah mana yang fakta, mana yang sebaiknya. Fakta tidak selalu yang terbaik. Dunia ini belum selesai, dan tak akan pernah untuk diselesaikan, sama persis bahwa kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri.

Pendidikan Ekonomi dilahirkan tentu tidak hanya untuk mentransformasi ilmu ekonomi yang sepenggal, partial, yang hanya mengajarkan more is better than less, maximum gain and minimum sacrifice, maximum utility, maximum profit, dan sebagainya yang akan bisa miss leading. Bahkan monopolipun tidak diperbolehkan, guru harus paham akan esensi segala sesuatu, barangkali monopoli is okay, but monopoly’s rent seeking  is No. Demikian juga sistem ekonomi pasarlah yang the best, tanpa penjelasan asumsi, karena invisible hand mampu mengalokasikan sumber daya dengan baik. Pendidikan ekonomi hadir untuk memberikan edukasi, pemahaman yang baik dan komprehensif berikut how to transfer Economics knowledge.

Nah, banyak sebetulnya dari krisis ke krisis, dari peristiwa ke peristiwa akan banyak bisa dikaji, dianalisis sehingga mempertajam pemahaman Ekonomi. Namun sayang, tak banyak yang mampu mengelaborasi  secara aggregatif dalam menjelaskan theory economics dan applied economics. Barangkali guru harus dibekali critical contemporary issue. Bagaimana membangun dan unsur-unsur teori tidak dijelaskan. Yang mana peranan asumsi menjadi penting dalam membangun teori, karena kompleksitas dunia dicoba disederhanakan, tapi untuk kemudian digeneralisasi. Makin banyak asumsi, so tidak sesuai realita sudah jelaslah, harus rutin dikritisi bahwa pengetahuan yang baik manakala 2 indikator terpenuhi, yakni explanatory power dan prediktif power is oke. Hanya pengetahuan mateng saja yang disajikan, tanpa penjelasan ontology yang lebih baik, epistemology, bahkan aksiology. Ini pula yang membuat siswa tidak cerdas, tidak kreatif dalam menganalisis, mensintesa bahkan mengevaluasi (karena siswa hanya diberikan tangga knowing, understanding, appliying....dalam taxonomi bloom).

Freeport yang sedang hangat disajikan dalam beberapa episode tentu sangat menarik, entah akan berapa episode sandiwara itu berkesudahan. Sangat jelas dunia ini panggung sandiwara. Dimana Altruisme itu dikembangkan, menjadi pertanyaan akademisi. Dimana rasa cinta kasih manusia untuk masyarakat akan dimulai seperti dalam TMS. Ini sangat melukai hati rakyat yang seharusnya mampu hidup sejahtera, jauh diatas rata-rata negara ASEAN, bahkan berhak sebagai warga negara dunia yang berkelas, yang mampu menikmati indahnya dunia berikut sumber daya yang Tuhan ciptakan untuk manusia. Namun ini tidak terjadi pada rakyat, masyarakat kebanyakan Indonesia. Memang Indonesia merdeka 1945, dan melalui perjuangan panjang dari jasa para pahlawan, santri, dan kiai. Tentu ditunggu kemerdekaan sejati jilid 2 untuk rakyat Indonesia, dan strategic step harus dimulai dari Guru. Siswa selalu diajarkan untuk mendoakan Guru yang telah mendidiknya, namun Guru pun HARUS diajarkan untuk selalu mendoakan siswa agar membawa berkah  dan jaya untuk siswa-siswanya...karena Doa orang tua dan Guru sangat diijabah oleh Pemrakarsa dunia ini, Allah SWT.

PENGUNJUNG

301768
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
633
625
3695
290392
17019
13488
301768

Your IP: 54.80.10.56
2017-10-20 19:40

web e-conosmart

© 2016 Siti Nurjanah. All Rights Reserved. Redesigned By Mr. R.